FORKOWAS.com – Yayat Wahdiyat, seorang Ketua RW 13 di Desa Cipacing Kec. Jatinangor sekaligus pemilik Yuan Jaya Las.

Kiprah usaha dibidang las diawali dari bekerja di pabrik dan sempat juga ngefans ke teknisi asal Jepang.

“Tidak mudah untuk menjadi seorang pengusaha. Selain harus punya modal yang besar, juga mesti ulet, rajin dan telaten,” ujarnya, Senin 6 Juli 2020.

Ia mengakui bahwa sebelumnya tak memiliki dasar menjadi seorang perajin las.

“Saya dasarnya teknisi mesin di salah satu pabrik ternama di Cikancung Kabupaten Bandung,” ujar dia.

Kiprahnya didasari karena pamannya membuka bengkel las yang secara langsung dia belajar menjadi tukang las.

Sampai akhirnya paham dan membuka bengkel las milik sendiri.

Dikatakan, nasib yang menentukan hingga merubah dirinya menjadi pengusaha las listrik.

Usaha dibidang las, diakuinya sejak keluar bekerja di pabrik pada tahun 2010.

“Awaknya bekerja di bengkel las milik paman. Sekarang buka sendiri yang juga memiliki lima karyawan,” ucapnya.

Berkat bekal ilmu dari dang paman, pada 2014 sampai sekarang memiliki bengkel las.

“Waktu bekerja di pabrik, saya terinpsirasi oleh Yuan Hirozi Matshoka seorang teknisi dari Jepang. Saya suka, karena kedisiplinannya dan kepintarannya,” ungkap dia.

Bahkan teknisi Jepang tersebut mengajarkan bahasa inggris dan Jepang.

Kuar biasa, yang menarik dari orang Jepang, diantarnya disiplin dan pekerja keras.

“Nah dari sana saya termotivasi untuk membuka bengkel sendiri, biar pun kecil tapi saya sebagai bosnya,” ucap dia.

Bengkel Yuan Jaya Las, kata Yayat, diambil dari nama anak bungsu bernama Yuan.

Dia memiliki tiga anak laki-laki yang namanya berlabel Jepang.

Anak pertama Yuki Hidayat, kedha Yukeu Hidayat, dan si bungsu Yuan Hirozi Matshoka.

Kini, pemanfaat jasa bengkel las miliknya sudah tersebar ke beberapa daerah tak hanya lokal Kab. Bandung.

“Saya mengerjakan pagar kanopi, teralis, kontruksi bangunan, baja ringan, bangunan pabrik, rumah, perumahan dan furniture. Hiasan, hingga apa saja yang terbuat dari besi,” katanya.

Bagi yang berminat, lanjutnya, bisa menghubungi nomor telepon 081224661042 atau bisa langsung ke alamat di Dusun Solokan Jarak Desa RW 13 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor.

Sementara itu, kendala di bisnis las adalah banyaknya kompetitor dan minimnya pemasaran.

Sehingga, banyak pengusaha yang gulung tikar karena minimnya orderan hingga menekan biaya operasional.

“Jadi saya bermainnya di harga, jika orang lain per meter Rp 400 ribu, kalau saya bisa Rp 350.000 per meter. Tapi kualitas tetap terjamin dan bahan besi pun bagus,” ujarnya. (Ceng)***

Artikel Asli