SUMEDANG, ruber.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Sumedang, Jawa Barat meminta warga berempati.

Permintaan ini menindaklanjuti banyaknya pertanyaan dan pernyataan dari netizen Sumedang yang menyudutkan pemerintah, tenaga medis, hingga menyerang media.

“Menyikapi ramainya pembicaraan di media sosial, kami berharap masyarakat Sumedang berempati,” kata Juru Bicara GTPP COVID-19 Sumedang Iwa Kuswaeri.

Iwa berharap, warga Sumedang lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, termasuk membuat pernyataan yang bisa berakibat tidak baik.

“Kami berharap warga berempati dan tahu pengorbanan, dedikasi dari tenaga medis, tim gugus tugas, hingga media,” jelasnya.

Sebab dalam hal ini, lanjut Iwa, pihak-pihak terkait hanya membantu memberikan edukasi dan menyampaikan informasi untuk warga lainnya lebih berhati-hati.

“Ini juga untuk kebaikan seluruh masyarakat, agar dapat terhindar dari terpapar virus corona,” ucapnya.

Pasien asal Jatinangor Sembuh
Sementara, kabar baiknya, dari 21 pasien positif COVID-19, satu lagi pasien Sumedang dinyatakan sembuh.

Pasien sembuh tersebut merupakan pasien wanita asal Kecamatan Jatinangor.

“MG, 49, pasien wanita asal Jatinangor ini telah menyelesaikan isolasi sejak swab test. Perawatan pasien sesuai dengan peraturan baru Kementerian Kesehatan, dan kemarin (Kamis), dan sudah dijemput pihak desa,” jelasnya.

Dengan demikian, pasien positif corona yang masih menjalani perawatan di RSUD Sumedang tinggal 2 orang.

Kedua pasien tersebut berasal dari Kecamatan Paseh dan Cisitu.

Iwa menjelaskan, semakin banyak temuan positif COVID-19 di Sumedang akan makin baik.

“Dengan begitu, pemerintah dapat segera melakukan deteksi dini dalam pencegahan dan pengobatan pasien COVID-19 ini,” sebutnya. (R003)

Baca Juga: Lima Kecamatan Zona Merah COVID-19 di Sumedang Dilarang Salat Idul Adha Berjemaah





Artikel Asli